22 April 2012

HIV


Human Immunodeficiency Virus

  • HIV pertama kali di laporkan pada tahun 1981
  • HIV 1 dan HIV 2 adalah penyebab AIDS
  • kebanyakan di sebabkan HIV 1
  • HIV 2 endemis si afrika barat
  • orang dengan HIV/AIDS mudah terserang penyakit tertentu misalnya pneumoni, TBC, Diare
  • Penderita AIDS sering meninggal karena tidak dapat mengadakan perlawanan terhadap penyakit tertentu
  • seseorang dapat mengidap HIV untuk beberapa tahun sebelum gejala timbul
  • PMS lainnya meningkatkan kemungkinan seseorang tertular HIV atau menularkannya kepada orang lain.
Patogenesis : 
  • Di temukan immuno-supresi (penurunan kekebalan) t.u mediator imunitas seluler sehingga terjadi peningkatan berbagai infekseksi dan neoplasma
  • T Limfosit dapat dideteksi secara penotipe menggunakan CD4 antigen permukaan
  • CD4 sebagai reseptor virus
  • DNA virus masuk ke DNA sel kemudian terjadi infeksi yang menybabkan penurunan sel T
  • monosit makrofag juga dapat terinfeksi dan bila menyerang otak dapat menyebabkan neuro psikiatri
  • orang dengan HIV (+) meningkatkan insidensi sarkoma kaposi, limfoma sel B dan non Hodgkin serta beberapa karsinoma lainnya.
Gejala Klinik :
  • Masa inkubasi yang pasti tidak diketahui tapi umumnya 2-3 bulan
  • waktu rata-rata untuk timbulnya gangguan imunitas kurang lebih 10 tahun
  • bila infeksi dikaitkan dengan beberapa penyakit indikator dengan beberapa penyakit indikator maka diagnosis AIDS dapat di tegakkan
  • beberapa infeksi yang termasuk penyakit indikator diagnosis : kandidiasis pulmonal at esopagus, herpes simpleks persisten, TBC, CMV (sitomegalovirus), pneumositis toksoplasmosis, kanker serviks dan lain-lain
  • kadar CD4 < 200/ul dapat dipertimbangkan untuk diagnosis AIDS pada individu dengan HIV (+)
Serologis :
  • ELISA (enzyme linked immuno sorbent assays0 di pakai untuk uji antibodi HIV
  • sensitifitas uji ELISA kurang lebih 99,5 %
  • bila uji ELISA (+) maka masih perlu dilakukan konfirmasi dengan uji suplementasi lain misalnya : western blot at immuno fluorescence assay
Penapisan :
  • wanita pekerja seks
  • wanita yang pernah berhubungan seks dengan pengidap HIV
  • wanita yang tinggal di daerah endemis HIV 
  • pekerjaan yang mempunyai resiko terkena HIV
  • permintaan sendiri


Chancroid



Disebabkan oleh bakteri Hemofilus dukrey, masa inkubasi 3-5 hari. penyakit ini sering menyertai infeksi HIV, 100 % di sertai sifilis. ulkus yang terasa nyeri di daerah genital, Lympadenitis disertai eritema.

Terapi : 
  • Azitromisin 1 gr po dosis tunggal
  • seftriakson 250 mg IM dosis tunggal
  • eritromisin 4 x 500 mg selama 7 hari
  • sifrofloksasin 2 x 500 mg selama 3 hari
  • amoksisilin dengan asam klavulanat 3 x 500 mg selama 7 hari



21 April 2012

Gonore


Disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorroaea, bakteri diplokokus gram negatif ini dapat ditemukan pada uretra, serviks, anus dan nasofaring.
epitel kolumnar dan epitel pada zona transisional di sel genital merupakan tempat invasi ke dalam tubuh.
gonore dapat menyebar ke sel genital bagian atas, 20-40% penderita GO di sertai dengan infeksi klamidia.

A. Gejala
  1. Gejala awal kebanyakan tidak memiliki keluhan, lekore, polakisuri, disuri, rectal discomfort, inkubasi ± 3-5 hari.
  2. Lekore
  3. Barthplinitis, biasanya unilateral
  4. inflamasi anorektal, keluar sekret dari anus disertai perasaan gatal
B. Pemerikasaan Laboratorium

Pemeriksaan bakteriologis sangat membantu untuk menegakkan diagnosis gonore.
sering disertai infeksi menular seksual lainnya sehingga harus dilakukan pemeniksaan infeksi yang lain yaitu klamidia dan sifilis

C. penyulit
  1. salpingitis
  2. abses pelvis
  3. infeksi sistemik
D. Pencegahan
  1.  penapisan dan terapi pada penderita infeksi asimtomatik
  2. penapisan infeksi pada golongan resiko
  3. pemakaian kondom
  4. terapi terhadap pasangan seksual penderita
E. Terapi

karena kemungkinan adanya infeksi campuran maka terapi selain ditujukan untuk gonore juga untuk klamidia

1. Infeksi tanpa komplikasi
  • seftriakson 125 mg lm + doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari
  • ofloksasin 0,4 mg + dosisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari
  • sefiksim 0,4 mg PO dosis tunggal + dosisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari
  • bila tidak tahan tetrasiklin dapat diganti dengan eritromisin 4 x 500 mg selama 7 hari 
2. Infeksi sistemik
  • harus di rawat
  • dapat mengenai jantung atau dapat terjadi meningitis
a. seftriakson 1 gr intra vena tiap 24 jam
b. sefotaksim 1 gr tiap 8 jam
c. spektinomisin 2 gr intra muscular tiap 12 jam

semua terapi harus diberikan selama 7 hari.

F. Prognosis

penderita yang dapat segera di terapi mempunyai prognosis yang baik.
infertilitas merupakan sekuele infeksi gonore.

Oligomenore


Haid jarang, siklus panjang lebih dari dua bulan.

Keadaan oligomenore yang dapat terjadi karena:
  • perpanjangan stadium tollikuler
  • perpanjangan stadium inteal
  • kedua stadium siatas menjadi panjang
Kalau siklus menjadi panjang, maka dapat di sebabkan oleh: 
  • pengaruh psikis
  • pengaruh TBC
Pada umumnya oligomenore yang ovulatoar tidak memerlukan terapi. 



Menoragi


Pengeluaran darah yang selalu banyak biasanya di sertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. 

Sebab-sebab :
  • hipoplasia
  • asteni
  • selama atau sesudah menderita suatu penyakit atau karena terlalu lelah
  • mioma uteri
  • hipertensi
  • dokompensasi kordis
  • infeksi : endometritis, salpingitis
  • penyakit darah : hemofili


© Vanisa Desfriani. Design by FCD.