1 July 2021

Berhutang saat pandemi

 Halo semuanya, apa kabar? Mudah-mudahan semuanya diberikan sehat di masa pandemi ini ya. Belakangan sha sedih banget banyak denger kabar meninggal dunia di timeline sosial media maupun whatsapp. Juga, beberapa kabar teman dan keluarga terdekat yang positif covid19, dari yang menjalani isoman hingga memerlukan perawatan di rumah sakit.

Selama ini, sha jarang banget bahas covid19 di sosmed maupun status. Ada terlalu banyak informasi yang disebarkan luaskan, hal-hal yang berisi fakta, hoax, pendapat ataupun provokasi. Rasa-rasanya sha tidak ingin menambah itu semua dengan sedikit status yang sha buat.

Menarik memori ke awal maret 2020 silam, saat lockdown pertama kali dilakukan. Kita semua dengan taat berdiam diri di rumah, semua orang membeli peralatan medis hingga harganya melambung tinggi, anak-anak yang tadinya merasa senang karena sekolah libur selama dua minggu.

Saat covid19 pertama di Indonesia ditemukan, pemerintah dan masyarakat memberikan banyak sekali perhatian. Lalu satu demi satu orang terinfeksi, ribuan orang di PHK. Orang-orang yang lapang dan baik hati saling memberikan bantuan.

Satu tahun berlalu, orang-orang lapang tersebut ada yang sudah kembali ke pangkuan Tuhan, yang tadinya lapang kini hanya cukup untuk makan. Banyak orang merasa kesusahan. Meminta bantuan kepada sekitar, sama-sama tahu saling membutuhkan hingga ada yang meminta bantuan memalui media sosial, dan ada pula yang berusaha menanggung beban sendiri.

Di saat-saat seperti ini, tidak ada salahnya untuk berhutang. Namun dengan garis bawah yang amat sangat besar. Saat benar-benar membutuhkan.

Dimana mencari pinjaman uang di masa pandemi ini?

Keluarga dan teman

Koperasi

Tempat bekerja

Gadai Barang

Lembaga keuangan

Kartu kredit

Kredit online

Saat menjalani isoman dan tak memungkinkan untuk bertemu orang lain, berhutang melalui kredit nline tunaiku bisa menjadi solusi. Tunaiku merupakan salah satu produk dibawah amar bank. Untuk melakukan pinjaman, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:

Warga negara Indonesia dan berdomisili di wilayah layanan tunaiku.

berusia 21 - 55 tahun

minimal memiliki penghasilan tetap atau pekerjaan tetap

memiliki rekening bank aktif

Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan di masa pandemi ini ya, di hindarkan dari covid19. Semoga kita pula diberikan rejeki yang cukup. Jangan lupa untuk menyapa, menanyakan kabar dan memperhatikan orang di sekitar kita.

Jangan lupa 6M yaa dan pakai double masker!



13 May 2021

Selamat Idulfitri

 


Selamat Idulfitri, Mohon maaf lahir dan batin ☺

7 March 2021

First time

First time we found you here! Pertama kali testpack hasilnya positif. Pertama kali menyadari kehadiran bayi di perut. Bahagia banget sampe gak percaya, dan ulang testpack besok paginya 😊

PS: Thank you mas Gallant, kiriman lapis malangnya. Ini kok kaya tanda perayaan karena waktunya barengan banget.

Sha sempet photo testpack garis dua buat di kirim ke temen deket, pas dicari gak ada. Jadi gak punya dokumentasi buat kenang-kenangan bayi. 😄

8 January 2021

membudayakan membaca dengan aplikasi lets read

lets read


Ada satu cerita yang selalu di ulang-ulang tentang masa kecil sha. Waktu sha bayi, mama kaget karena pupnya banyak tulisan! sha gak ketauan makan koran 🤣


Lalu cerita bergulir tentang bapak yang waktu itu jualan koran dan mama yang baca koran setiap hari bahkan selama hamil, mengisi waktu dengan hobinya mengumpulkan foto putri diana dan menyusunnya menjadi kliping, bahkan jika sha buka album foto. Rambut mama saat itu di potong mirip putri diana saking ngefansnya. 


Dari koran-koran itu pula sha bisa mendapatkan cerita apapun dari mama, mama memang hanya lulusan sekolah dasar, namun wawasannya sangat luas. Saat sha menanyakan banyak hal, mama selalu tahu jawabannya. 


Membaca, satu hal yang amat sangat penting dan harus ditumbuhkan sejak dini. Mama mewariskan itu pada anak-anak nya. Bahkan kini, hadir anggota keluarga baru yang namanya kebalikan nama sha. syafani. Gadis berusia 7 tahun yang sejak juli lalu tinggal di rumah kami.


Baru masuk sekolah, lagi masa seneng-senengnya main sama temen. Dan sama seperti kebanyakan anak jaman sekarang, sering minta handphone. Sudah pintar main tiktok. Bawelnya minta ampun bikin rumah jadi ramai. 


Baca buku? amat sangat susah. Cobaannya banyak, handphone, TV, dan begitu pula teman-temannya. Beberapa kali disodorin buku dongeng yang tersimpan di lemari, hanya di buka beberapa lembar udah nyerah 😅


Lalu kami kakak-kakaknya, bertugas bergantian baca buku, gambar, nulis setiap malam. Mudah terdistraksi banyak hal, alesannya banyak, pertanyaannya gak kalah banyak. Imajinasinya luar biasa sampe kita kesel tapi juga ketawa. 


waktu baca nama-nama pulau di flash card. Dia bilang pulau komodo adalah pulau pasta gigi 😅 dia juga pernah cerita tentang perempuan dan laki-laki yang tidur bersama bakal pacampur getih (darahnya bercampur) itu yang dibilang temennya 🤣 


Bener-bener harus hati-hati bicara apapun di dekat anak kecil, berbuat apapun, karena mereka bisa menyerapnya dengan cepat dan imajinasinya luar biasa, out of the box, diluar hal-hal yang jarang orang dewasa pikirkan. 


Beberapa hari lalu sha baru tahu ada aplikasi let's read, aplikasi yang berisi dongeng-dongeng bergambar. Sha minta aa download aplikasi nya, aa ngerasa seneng banget waktu lihat ada option bahasa sunda ☺


Terus tadi pertama kali sha ajak dia baca buku di aplikasi Lets read ini. Dan ternyata anaknya suka! Bahkan baca sendiri meski terbata-bata. 


Mengenalkan lagi bahasa dan kata-kata yang masih belum di mengerti. Saat ada kata lonceng, waktu membaca nyaring aja, meski ada gambarnya anaknya ternyata gak tahu apa itu lonceng (masih sekolah online, belum tahu apa itu lonceng sekolah) terus kami cari lonceng di youtube ☺


waktu baca judul buku Jadi apa, ya? dia dengan lantang bilang pengen jadi dokter. Sempet bilang pengen jadi dokter kaya tetehnya. Yaa, padahal mah tetehnya bukan dokter. Tapi imajinasinya nyampe ke sana. 


Terus tadi, sempet titip pesen: "Nanti teteh bacain dede dongeng ya sebelum bobo, terus aja bacain dongengnya teh sampe dedenya bobo."


Let's read ini ternyata jauh lebih cocok buat dede dibanding baca buku langsung. Karena medianya handphone yang jauh lebih menarik buat anak sekarang. 


Yang mau coba baca dongeng kaya dede, boleh download ya di sini. Share juga kalau emang suka ❤

16 December 2020

Berubah


 Sudah sekian lama rasanya sha berhenti menulis tentang diri sendiri. Awalnya, beberapa pikiran seperti terlalu malu mengungkapkan hal di ranah publik, dunia internet yang terasa menjadi menakutkan, dan hal-hal negatif yang tiba-tiba menghampiri sha. Tak berasa, waktu terlalu banyak berlalu, banyak hal yang hanya menjadi ingatan dan tetap saja, sha ingin menyimpannya dan blog selalu menjadi tempat sha kembali. Entah ada yang baca atau tidak, rasanya menjadi hal yang selalu sha rindukan.

Ada banyak hal yang selalu ingin sha ceritakan


Satu juta views


After years, akhirnya blog sha satu juta views bulan desember ini. Senang 😊


27 Tahun


Awal bulan ini sha 27 tahun! diawali dengan gerimis seharian. Desember selalu menjadi bulan yang menyenangkan seperti kata hasungwoon di lagunya "The story of desember". Bulan ini juga mama, sepupu, Kang daniel, dan beberapa teman sha bertambah umur. Semoga kita selalu sehat dan bahagia ya 😊


Belajar menjahit


Bulan september lalu sha ikut kelas menjahit, sebenernya ingin sha ceritakan dalam satu blogpost. Udah ngedraft tapi kok ya gak selesai-selesai nulisnya 😂


Beberapa kehilangan


Beberapa teman dan orang terdekat sha "dipundut ku nu Maha Gusti" a Anton Andriyana, yang saat terakhir kali bilang ama sha kalau dia bikin photo produk gratis di masa pandemi ini dan tiba-tiba datang kabar kalau sudah tiada. Om cepi, Nenek, teman kuliah sha, Orang tua murid yang baru dua minggu lalu bertemu. Rasanya, belakangan ini terlalu sering mendengar kabar duka.


Pekerjaan


Ada masa-masa dimana sha menangis hampir setiap hari, pekerjaan yang sha dapatkan akhir tahun lalu ternyata memiliki hal yang cukup bertentangan dengan hati nurani. Awalnya sha coba memaklumi dan memahami, namun ternyata sha merasa hal yang saat itu sha jalani sangat berat. Akhirnya sha memilih untuk resign karena sha tidak ingin diri sha berubah.


Ada banyak pertentangan dari orang lain karena katanya setelah sha tidak bekerja seperti saat ini, ilmu yang dibayar mahal-mahal saat kuliah tidak terpakai. Banyak orang yang berulang kali menanyakan apakah sha sudah punya pekerjaan baru? sha yang menurut pandangan mereka terlihat menyedihkan?


Tapi kenyataannya yang sha rasa justru berbeda. Hari dimana sha sudah berhenti bekerja menjadi hari-hari yang membahagiakan. Beban yang sebelumnya mengganjal terangkat begitu saja.


Bisnis baru


Sha mulai menjalani bisnis kecil dan rasanya menyenangkan. Rejeki yang didapat jauh lebih kecil dari saat bekerja, anehnya terasa lebih berkah karena apapun yang sha butuhkan dapat terpenuhi dan uang tabungan sha bertambah. Berbeda dengan saat bekerja, uang sha terasa habis begitu saja.


Do'ain semoga bisnisnya lancar yaa, dan dimudahkan rejekinya 😊

© Vanisa Desfriani. Design by FCD.